Nasib Nenek di Surabaya, Rumah Hilang Setelah Sertifikat Dijual Tetangga

  • Bagikan
Nenek di Surabaya Kehilangan Rumah
Tetangga si nenek, Khilfatil Muna dan Yano Oktavianus Labert saat menunggu gelaran sidang di PN Surabaya. (matajatim.redho)

matajatim.id-SURABAYA-Apes benar nasik nenek Nashucah. Saat sisa hidupnya yang beumur 68 tahun. Si nenek harus kehilangan rumah setelah ditipu oleh tetangganya bernama Khilfatil Muna dan Yano Oktavianus Labert.

Kejadian ini berawal saat Khilfatil dan Yano meminjam sertifikat si nenek pada 12 Desember 2016.

Saat itu si tetangga pinjam sertifikat rumah si nenek untuk jaminan bank buat modal usaha.

Si tetangga berjanji sertifikat akan dikembalikan 4 bulan kemudian.

Si nenek juga dijanjikan uang Rp 25 juta kalau jaminan modalnya sudah cair.

Bukan mengembalikan. Si tetangga malah menjual sertifikat rumah si nenek ke orang.

Akibat perbuatan si tetangga. Rumah si nenek diambil pembeli. Si nenek kehilangan rumah.

Perbuatan si tetangga langsung dilaporkan ke Polisi.

Kedua tetangga itu kini tengah ditahan dan kasusnya telah masuk di persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Rahadi Sri Wahyu Jatmika, kuasa hukum korban nenek Nasuchah, mengatakan, tetangga yang menjual sertifikat rumah kliennya itu saat ini berstatus terdakwa.

“Yang bersangkutan sudah ditahan. Kemarin sidang dengan agenda mendengarkan sejumlah kesaksian. Hari ini juga sidang lagi,” tandas Rahadi kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).

Redho, Mata Jatim

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *