Kisah ART di Surabaya; Dipukul, Disetrika Hingga Disuruh Makan Kotoran Kucing

  • Bagikan
Kekerasan ART di Surabaya
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian saat menunjukkan foto pelaku dan foto korban kekerasan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (19/5/2021). (redho.matajatim)

matajatim.idSURABAYA-EAS (55), asisten rumah tangga (ART) asal Jombang kini bernafas lega. Siksaan demi siksaan yang lama dialami sudah berakhir.

Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah menahan FS (54), majikan EAS yang kerap menyiksanya.

FS ditahan di Polrestabes Surabaya karena terbukti sering melakukan tindak kekerasan fisik kepada EAS.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian menyebut, FS kerap melakukan tindakan penganiayaan kepada EAS. Seperti memukul, menyetrika, hingga disuguhi makanan yang dicampur kotoran kucing.

Saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (19/5/2021), Oki membeber foto sejumlah luka korban. Foto majikan yang juga pelaku, FS asal Manyar Tirtomoyo, Surabaya juga dipampang. Pelaku seorang perempuan.

“Ini foto dan barang bukti yang digunakan tersangka melakukan tindakan kekerasan kepada ART. Korban masih dalam perawatan di rumah sakit, sementara tersangka juga dalam kondisi sakit.,” jelas Oki.

Oki menambahkan, tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban dalam kondisi sadar. Pelaku mengaku hanya kesal terhadap korban.

Dikatakan, EAS bekerja sebagai ART di rumah FS sejak April 2020 di Manyar Surabaya.

Pada bulan Agustus 2020, FS mulai melakukan kekerasan fisik. Seperti memukul dengan tangan kosong atau alat yang ada di sekitar tersangka yaitu sapu, paralon, selang air.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *