Kursi Panas Kepala Daerah

  • Bagikan
Kursi Panas Kepala Daerah
ilustrasi

matajatim.id-Ganteng, muda, kaya, pinter, saleh, hafiz Alqur’an, merakyat, istrinya cantik. Segudang pujian diarahkan kepada Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. The rising star, the future leader, entah apa lagi.

Sekarang setelah ketangkap basah kuyup oleh operasi tangkap tangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena dugaan kasus jual beli jabatan (9/5), Novi langsung lemas. Dari rising star menjadi falling star, dari hero (pahlawan) menjadi zero (nol). Parpol dan ormas yang dulu berebutan mengakuinya sebagai kader langsung cepat-cepat membuang namanya.

Penangkapan terhadap Novi cukup mengagetkan. Apalagi, keterlibatannya dalam kasus suap jual beli jabatan. Sebelum menjabat bupati Nganjuk, Novi memiliki 36 perusahaan yang mempekerjakan 40.000 buruh. Menurut laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Novi berharta senilai Rp 116 miliar, termasuk ”adipati” terkaya di Jatim.

Di awal masa menjabat, Novi bahkan pernah bilang tidak tertarik dengan korupsi karena hartanya sudah lebih dari mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. ”Setelah pelantikan ini, saya akan meminta kerja sama dengan KPK,” ujar Novi seusai dilantik sebagai Bupati Nganjuk di Gedung Negara Grahadi, 2018 yang lalu.

Kabarnya Novi ketangkap tangan sedang mengumpulkan hasil palakan dari lurah dan camat yang harus setor THR untuk dapat jabatan. Kalau melihat kiprah Novi selama ini banyak yang kaget karena selama ini Novi terkesan saleh dan setiap Jumat keliling daerah untuk berkhutbah.

Tapi,  rupanya Novi sudah cukup lama jadi incaran lembaga anti rasuah. Apalagi KPK juga bekerja sama dengan Bareskrim Polri. Dua lembaga ini sudah mengumpulkan cukup bukti sebelum bergerak menangkap ajudan bupati yang menerima parsel plus-plus dari para camat.

Novi mungkin sedang khilaf. Bisa saja ada orang-orang di sekitarnya melapor ke KPK. Tapi kalau tidak ada api tidak mungkin ada asap. Wakil Bupati Djumadi Marhaen juga ikut diperiksa di Polres Nganjuk, tapi tidak terbukti terkait dengan aktivitas palak memalak jual beli jabatan itu.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *