Setelah Sebulan Berpuasa, Apa Yang Perlu Kita Petik? Ini Pesan Imam Al-Ghazali

  • Bagikan
Setelah Sebulan Berpuasa Pesan Imam Al-Ghazali
ilustrasi

matajatim.idSebulan sudah kita berpuasa di bulan suci Ramadlan.

Apa yang perlu kita petik setelah sebulan berpuasa?

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumiddin berpesan, “Setelah selesai berpuasa, tanamkanlah dalam hati antara rasa takut (khauf) dan harap (raja’). Karena seseorang tidak tahu, apakah puasanya diterima, sehingga termasuk hamba yang dekat dengan Allah. Atau sebaliknya, puasanya ditolak, sehingga termasuk orang yang mendapat murka dari-Nya. Hendaklah setiap selesai beribadah tanamkan rasa seperti itu.”

Syeckh al-Qusyairy dalam risalahnya menggolongkan sikap khauf dan raja’ ke dalam maqamat bagi seorang pejalan.

Dengan sifat takut (khauf) dan harap (raja’) dalam diri kita bisa mengendalikan diri dari kesia-siaan.

Setelah satu bulan berpuasa dengan segala cara menghindari dari dosa dan berharap pertolongan Allah. Buah itu yang perlu ditanamkan.

Imam al-Ghazali berkata, “Kesedihan itu dapat mencegah manusia dari makan. Khauf dapat mencegah orang berbuat dosa. Sedang raja’ bisa menguatkan keinginan untuk melakukan ketaatan. Ingat mati dapat menjadikan orang bersikap zuhud dan tidak mengambil kelebihan harta duniawi yang tidak perlu,”.

Bagi orang-orang yang tekun beribadah, Imam Al-Ghazali juga berpesa sambil menyitir antara dialog Nabi Musa dengan Allah Swt.

Dalam kitab Mukasyafatul Qulub, Imam Al Ghazali menulis,”Barang siapa yang ingin menemui-Ku, maka temuilah mereka yang kehausan, mereka yang kelaparan, dan mereka yang kesusahan. Karena sesungguhnya Aku bersamanya.”

Barang siapa yang ingin menemui-Ku, maka temuilah mereka yang kehausan, mereka yang kelaparan, dan mereka yang kesusahan. Karena sesungguhnya Aku bersamanya.”

Berikut dialog Nabi Musa As dengan Allah SWT.

Ibadah Shalat Bukan untuk-Ku

Ibadah Puasa Bukan untuk-Ku

Dzikirmu Bukan untuk-Ku

Tapi, Menafkahi orang yang lapar adalah untuk-Ku

Musa : “Wahai Allah aku sudah melaksanakan ibadah. Manakah diantara ibadahku yang membuat Engkau senang. Apakah shalatku?

Allah: “Sholat mu itu untukmu sendiri. Karena shalat membuat engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar.”

Musa : “Apakah dzikirku?”

Allah: “Dzikirmu itu untukmu sendiri. Karena dzikir membuat hatimu menjadi tenang.”

Musa : “Puasaku ?”

Allah : “Puasamu itu untukmu sendiri. Karena puasa melatih diri memerangi hawa nafsumu”

Musa: ”Lalu ibadah apa yang membuat Engkau senang ya Allah?”

Allah: ”Sedekah. Tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang kesusahan dengan sedekah, sesungguhnya Aku berada disampingnya. “ (**)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *