Jelang Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Forkopimda Saring Ketat PMI Masuk Jatim

  • Bagikan
Pekerja Migran Indonesia
Jelang Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Forkopimda Saring Ketat PMI Masuk Jatim. (Foto for Mata Jatim)

matajatim.idSURABAYA-Forkopimda Jawa Timur melakukan peninjauan repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk di wilayah Jawa Timur.

Peninjauan dilakukan pada Sabtu (1/05/2021) di Terminal 2 Bandara Juanda Sidoarjo. Selanjutnya para PMI dari berbagai daerah ini dibawa ke Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya.

Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dan Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono, serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, secara langsung memastikan proses repatriasi dengan dilakukan screening di Bandara Juanda dapat berjalan dengan baik.

Sehingga, jajaran Forkopimda dapat memastikan para PMI dapat terjaring sebelum masuk wilayah Jawa Timur.

Adapun personel yang terlibat dalam Subsatgas Bandara dan Satgas Repatriasi PMI Jatim, terdiri dari gabungan Personel KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), Imigrasi, Dinas kesehatan, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri.

Usai dilakukan proses screening terhadap para PMI, mereka langsung dibawa ke Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, untuk dilakukan proses karantina selama dua hari sebelum nantinya akan di pulangkan kerumahnya masing-masing.

Dalam proses screening tersebut nantinya juga akan di ketahui PMI yang sehat maupun yang terpapar virus Covid-19. Untuk yang terpapar mereka langsung dibawa ke RS Lapangan, Indrapura, Surabaya.

Mekanisme dalam pelaksanaan penanganan PMI di Jatim antara lain setelah melaksanakan Test PCR, WNI diwajibkan melaksanakan karantina di tempat karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah selama 2 hari.

Sedangkan untuk WNA diwajibkan karantina di Hotel atau Penginapan yang sudah disertifikasi penyelanggaraan akomodasi karantina Covid-19, oleh Kemenkes RI dengan biaya mandiri. Setelah hasilnya negatif akan diakomodir terkait akomodasi ke daerah asal.

Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto menjelaskan, para PMI itu secara moril tidak ada masalah, karena semuanya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kemudian selama di sini (Asrama Haji), mereka mendapat makan, digelar dapur umum oleh Dinas sosial Pemerintah Provinsi Jatim, dibantu oleh Polda Jawa Timur, dan Kodam V Brawijaya,” jelasnya.

Setelah dua hari dikarantina di Asrama Haji, Surabaya, mereka nantinya juga akan dijemput oleh para Bupati, Walikota, Dandim, dan Kapolres.

Setelah dua hari dikarantina di Asrama Haji, hari ketiga mereka dijemput oleh masing-masing kepala daerah, Bupati Dandim dan Kapolres. Kemudian di sana, di tempat masing-masing masih dikarantina tiga hari.

Di hari ketiga akan dilaksanakan swab sebelum mereka diperbolehkan bertemu dengan keluarganya.

“Kalau hasilnya negatif, di hari ke empat, di kabupaten/kota mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Artinya, karantinanya menjadi lima hari. Dua hari di sini terpusat, kemudian tiga harinya tersebar di kabupaten/kota,” pungkas Pangdam V Brawijaya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *