Suasana Haru di Pisah Kenang Siswa SMAN 1 Masalembu

  • Bagikan

matajatim.idSUMENEP-Suasana haru terasa di SMA Negeri 1 Masalembu ketika kegiatan Pisah Kenang digelar di Gedung Aula SMA Negeri 1 Masalembu, Minggu (4/4/2021).

Kepala SMAN 1 Masalembu, Drs Rafiudin, MPd, mengatakan kegiatan pisah kenang memang rutin digelar untuk melepas siswa/siswi Kelas XII yang tak lama lagi akan meninggalkan SMA Negeri 1 Masalembu, Sumenep.

Selain pisah kenang, ada kegiatan tasyakuran dan sarasehan yang digelar dengan mengambil tema: “Tidak Seorangpun Siap dengan Perpisahan, Setiap Pertemuan Pasti Ada Perpisahan“.

Sebelum kegiatan tasyakuran dan sarasehan dilanjut, ada pemberian penghargaan dari Drs Rafiudin, MPd, kepada peserta didik yang berprestasi, baik berprestasi secara akademik dan non-akademik.

Kegiatan pisah kenang di SMA Negeri 1 Masalembu dihadiri Komite Sekolah, para tenaga pengajar dan staf sekolah serta seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Masalembu.

“Mereka sangat antusias karena kegiatan yang dilakukan sekolah saat ini untuk pertama kalinya mengadakan prosesi wisuda dengan pengalungan medali,” jelas Rafiudin kepada Mata Madura, Senin malam (5/4/2021).

Sebelum pisah kenang ditutup, Rafiudin berkesempatan memberi sambutan dan motiviasi kepada para siswa yang akan lulus.

Rafiudin berharap kepada peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Masalembu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat menjadi alumni yang berakhlulkarimah.

“Semoga ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di SMA ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya demi masa depan yang cerah,” harap Rafiudin.

Di ujung sambutan, Kasek Rafiudin memberi lima konsep sukses pasca keluar dari sekolah.

Pertama, para siswa harus menyusun berbagai informasi sebagai awal mula merencanakan masa depan. Di antaranya adalah mengetahui bakat/kemampuan bidang akademik, bidang kegiatan dan sifat individu itu sendiri.

Kedua, mengelola informasi diri berdasar cita-cita, potensi diri, potensi fisik, potensi minat yang dicita-citakan dan potensi sosial ekonomi.

Ketiga, mempertimbangkan alternatif lain dalam menentukan pilihan sebagai bentuk antisipasi jika rencana pertama tidak berhasil.

Keempat, mengambil keputusan yang tepat dari rencana yang telah matang sebelumnya.

Kelima, merencanakan masa depan. Dalam arti para siswa diharap dapat menyusun rencana dengan sebaik-baiknya. Sediakan catatan penting dari pemahaman diri. Seperti, nilai-nilai, pemahaman lingkungan serta hambatan yang mungkin terjadi ke depan.

“Semakin banyak siswa berkarya dan produktif. Pasti akan membawa kemajuan pada kehidupan diri sendiri,” terang Rafiudin yang disambut hangat undangan yang hadir. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *