Marak Pencurian Porang di Probolinggo

  • Bagikan

matajatim.idPROBOLINGGO-Harga jual umbi porang sebagai bibit mini tanaman porang lagi banyak peminat.

Di pasaran, harga umbi mini porang yang biasa ditanam untuk jadi bibit kisaran di harga Rp170-200 ribu per kilogram. Sedang katak-nya Rp400 ribu per kilogram

Namun, di balik harga bagus itu. Ada keluhan dari para petani porang di lereng Gunung Argopuro, Kecamatan Tiris dan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Mereka mengeluh karena marak pencurian porang di lahannya.

Kejadian itu mulai marak sekitar dua bulan terakhir.

Pencurian itu meliputi umbi porang dan katak porang (untuk bibit) hampir terjadi setiap malam.

Sebagian petani curhat melalui media sosial seperti Facebook (FB).

Akun FB “Ah San” mengunggah soal tanaman porang yang digasak dan dirusak pencuri.

Dalam bahasa Indonesia bercampur Madura, “Ah San” mengunggah: “Di daerah buleh (di daerah saya) Desa Andungsari, blok sageren duwes lagi pencuri katak atau klerkengah lorkong tretan,” tulis akun Ah San di grup Facebook Liputan D6.

Hal senada disampaikan Lumrianto, 30 tahun, pedagang porang dari Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Seperti dikutip ngopibareng.id, dia membenarkan maraknya pencurian porang.

“Sudah sekitar dua bulan lalu, banyak warga mengeluhkan porangnya dicuri. Hampir setiap malam, warga resah,” katanya, Kamis, 25 Maret 2021.

Para pencuri porang, kata Ulum, panggilan akrab Lumrianto, beraksi dengan membabat habis batang porang. Diduga pencuri mengambil katak (umbi kecil di atas daun) porang. “Soalnya, kalau harus menggali umbi porang di bawah tanah terlalu lama,” katanya.

Disinggung harga umbi dan katak porang, Ulum mengatakan, harganya lumayan mahal. “Umbi porang Rp170-200 ribu per kilogram, sedang katak-nya Rp400 ribu per kilogram,” ujarnya.

Karena termasuk komoditas langka dan akhir-akhir ini marak pencurian, sebagian petani di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Krucil melalukan jaga malam di lahan porang. “Khawatir umbi porang atau kataknya dicuri maling,” katanya.

Sementara itu Andik, petani porang di Desa Tlogoargo, Kecamatan Tiris mengaku, baru beberapa tahun mencoba menanam porang.

“Tetapi sejauh ini tanaman porang saya aman-aman saja, tidak ada yang mencuri. Tetapi saya dengar, di desa lain, banyak porang dicuri,” katanya.

Dikonfirmasi soalnya maraknya pencurian porang, Kapolsek Tiris, Iptu Agus I. Supriyanto mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari warga yang porangnya dicuri.

“Mungkin saja marak di media sosial, tetapi belum ada yang lapor ke polisi, porangnya dicuri,” ujarnya kepada wartawan.

Kalau pun polisi bergerak menangkap pencuri porang, kata kapolsek, paling tidak pertimbangannya menimbulkan kerugian di atas Rp2,5 juta. (ngopibareng)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *